Terkini

Ketujuh pasangan calon berpose bersama setelah selesai kegiatan Deklarasi Damai

Deklarasi Damai, Mewujudkan Pilwako Pangkalpinang Yang Aman dan Damai

PANGKALPINANG – KPU-pangkalpinang.go.id - Acara deklarasi damai dalam mewujudkan Pilwako 
Pangkalpinang 2013-2018   yang aman dan damai  diprakarsai dan diselanggarakan oleh 
Polresta Pangkalpinang berlangsung khidmat, acara yang diselenggarakan hari Senin (13/05) 
sekitar pukul 14.00 WIB bertempat di auditorium Polresta Pangkalpinang dan dihadiri oleh 
ke-7 kandidat, KPU, Panwaslu, Ketua Pengadilan Negeri, Kajari Kota, Kapolres, Dandim 0413, 
Ketua DPRD, Walikota dan Panwaslu serta perwakilan timses para kandidat pilwako.
ketujuh kandidat Calon Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang dihimbau agar bersama-sama 
menjaga keamanan dan ketertiban untuk Kota Pangkalpinang. Bahkan, siapapun yang terpilih 
nantinya, seyogyanya sebagai pelayan masyarakat bukannya untuk dilayani. Hal ini 
disampaikan Ketua Panwaslu Kota Pangkalpinang, Suharli saat memberikan sambutan di aula 
Anton Soedjawo Mapolres Pangkalpinang, Senin (13/5/2013) kemarin.
“Pemilukada, sebagai alat bukan merupakan tujuan. Kita berharap pasangan calon tunduk pada 
aturan dan larangan kampanye sebelum masa kampanye. Sekali lagi saya tegaskan, sekarang 
belum waktunya kampanye. Ciptakan suasana yang kondusif, aman dan terkendali. Siapapun yang 
terpilih, jadilah pelayan masyarakat bukan untuk dilayani,” terang Suharli. Ketua KPUD Kota 
Pangkalpinang, Riwan Nefo Setiawan melanjutkan agar kandidat yang berlaga dalam pesta 
demokrasi lima tahunan dapat menjaga keamanan bersama untuk ketertiban Kota Pangkalpinang.  
”Jika ada pelanggaran administrasi, kami tindaklanjuti di KPU. Namun kalau ada unsur 
pidana, akan kami sampaikan ke pihak kepolisian,” tukasnya.
Kapolres Pangkalpinang, AKBP Bariza Sulfi mengharapkan, dengan ijin seluruh unsur Muspida, 
berharap seluruh pihak berfikir positif dengan dilakukannya deklarasi damai tersebut. “Kami 
diberikan tugas menjaga dan mengamankan Pemilu Walikota Pangkalpinang 2013-2018. 
Menindaklanjuti hasil undian nomor yang sudah ditetapkan dan Polres Pangkalpinang 
berinisiatif untuk mengajak para calon berkomitmen sesuai dengan kesepatan yang ada,” ujar 
Bariza.
Ia melanjutkan, kehadiran 7 pasangan calon dianggapnya sebuah bentuk keikhlasan. “Kami 
disini hanya mengajak kepada para pasangan calon, sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban 
tahapan Pemilu, tahapan kampanye yang merupakan krusial pada 9 juni, 26 Juni pemungutan 
suara hingga pelantikan Walikota dan Wakil Walikota nanti. Acara ini kami kemas sesederhana 
mungkin, namun maknanya agar para calon bisa mengikuti kesepakatan sesuai dengan ketentuan. 
Karena kita semua, tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat Kota Pangkalpinang, agar 
tercapai keamanan, ketertiban dan kesejahteraan untuk masyarakat Pangkalpinang,” papar 
Bariza.
Sedangkan tanggapan beberapa calon usai penandatanganan nota kesepatakan terkait adanya 
usulan dari salah satu kandidat supaya acara diperkuat terlebih dahulu sebelum dilakukan 
komitmen jelas agar tidak dinilai hanya sebagai seremonial. Ridwan Thalib menilai semua 
calon perlu memiliki tanggungjawab moral. Sebab sekarang inipun sudah banyak bentuk 
pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing calon. “Rencana melakukan itu diawal tidak 
diakomodir. Kita hanya menjalankan secara formalitas. Panwaslu juga. jangan hanya diberikan 
kepada 7 pasangan calon tapi harus diawasi oleh penyelenggara pemilu, pengawas pemilu, 
kepolisian maupun kejaksaan,” ujar Ridwan.
Sedangkan wakilnya menambahkan Sarpin, deklarasi damai bisa dinilai dalam dua sisi. Mungkin 
dari sisi Polres Pangkalpinang, Dandim maupun KPU dan Panwaslu, deklarasi damai tersebut 
bukanlah seremonial, begitu juga sudah doa bersama sudah pernah dilakukan beberap waktu 
lalu di Masjid Jamik.
“Kita tinggal menunggu siapa yang bisa membuktikan seremonial atau tidak dan masyarakat 
pasti akan tahu. Karena dari sekarang, sudah ada pemberian-pemberian yang dilakukan dan 
diklaim tidak berhubungan dengan Pemilukada. Kecuali, kalau memang ada kandidat yang selama 
ini sudah berbagi-bagi dan sedekah. Deklarasi damai ini, dikembalikanlah kepada para calon. 
Kita mengharapkan masyarakat pangkalpinang bisa cerdas dan kalau ada oknum dari para calon 
ini, silahkan masyarakat yang menilai, apakah layak dijadikan pemimpin,” terangnya.
Pandangan berbeda disampaikan calon diusung Partai Golkar, Bahar Buasan, ia berharap agar 
seluruh kandidat dapat menjalankan komitmen yang sudah disepakati bersama siap menang atau 
siap kalah, bukan saat ini. Ia lalu menyampaikan, bahwa keikutsertaannya dalam Pilwako 
Pangkalpinang, masyarakat tentunya bisa menilai.
“Seremonial atau tidak, dari dalam hati yang paling penting. Itu terserah persepsi masing-
masing. Kalau ditanya siap menang dan siap kalah, saya selama ini sudah berbuat dan kerja 
sosial untuk Pangkalpinang. Saya ingin menjadikan Pangkalpinang dapat dijadikan teladan 
bagi Indonesia dan dunia. Cinta Pangkalpinang cinta Indonesia,” terang Bahar.
Calon lainnya H Saparudin sepakat mendukung kelancaran Pemilukada Pangkalpinang yang 
berlangsung pada 26 Juni mendatang. Baginya ini sebuah pesan yang tentu akan dipahami, 
selanjutnya akan dihimbau kepada seluruh Timses, relawan, dan simpatisan untuk menjaga 
situasi yang kondusif untuk kelancaran pesta demokrasi yang tinggal hitungan bulan.
Kapolres Pangkalpinang, Bariza Sulfi menambahkan bahwa setelah ditetapkan nomor urut 
pasangan calon, Polres Pangkalpinang sebagai penegak hukum dan bertugas untuk mengamankan 
wilayah Pangkalpinang berharap calon dan Timses nya, harus bersama-sama menjaga keamanan di 
Kota Pangkalpinang.
“Mereka kita undang bersama tim-timnya. Keamanan ini bisa kita ciptakan bersama-sama, tidak 
hanya dari unsur Muspida tapi secara bersama-sama. Kalau ada yang menganggap seremonial, 
mungkin hanya yang ingin berbuat yang tidak diinginkan saja. Deklarasi damai, namun jika 
ada melanggar ketentuan, tetap diproses sesuai mekanisme yang ada,” pungkas Bariza.

sumber: rakyatpos.com

Berikan Komentar


Nama:
Email:
Pesan:

Komentar

Sosialisasi Pemilu 2014
Facebook