Terkini

Debat Kandidat Pilwako Pangkalpinang

Di Debat Kandidat, Cawako Tebar Janji

Pangkalpinang - kpu-pangkalpinangkota.go.id - Debat Kandidat Calon Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang periode 2013 - 2018  dilakukan pada hari Sabtu (22/06/13) pukul 14:00 - 17:00 bertempat di Hotel Santika Bangka  dipandu oleh Moderator Syahril Syahidil (Pimred Babelpos) dan Marini. Pada pemilihan pemimpin daerah Walikota  dan Wakil Walikota Pangkalpinang periode 2013-2018, yang ditugaskan untuk menjadi Panelis adalah Dr. Rizal R. Manullang (STIE-IBEK), Dr. Reniati Bisri (UBB) dan Dr. Rusdi (STAIN-SAS). Para panelis diberikan tema besar yang telah ditentukan oleh KPU Pangkalpinang. Adapun tema besar tersebut adalah; 1) Pemerintahan & Sumber Daya Manusia (Dr. Rizal R. Manullang), 2) Isu Gender dan Perekonomian Daerah (Dr. Reniati Bistri), 3) Prulalisme & Sosial Budaya (Dr. Rusdi), 4) Kependudukan & Kriminalisme, serta 5) Kepemudaan & Olah Raga (Dr. Rizal R. Manullang).

Teriakan yel-yel dukungan untuk para calon, menggema di ruang Hotel Santika, Sabtu (22/6) kemarin. Riuh reda, para supporter memberi dukungan pada calon mereka yang mengikuti debat kandidat calon walikota dan wakil walikota pada Pilkada Pangkalpinang.
Pada sesi debat kemarin 7 pasang calon melemparkan janji mereka jika seandainya terpilih menjadi pasangan yang diamanahkan rakyat untuk memimpin Pangkalpinang 2013 hingga 2018. Begitupun di Bangka, penampilan calon cukup meyakinkan di hadapan para panelis.
Di Pangkalpinangg, Pasangan nomor urut 1, yakni Naziarto dan Nursaadah berjanji apabila terpilih menjadikan Pangkalpinang sebagai rumah bersama yang sehat mantap tanpa membedakan sara. Ia juga birokrat menjadikan birokrasi lebih tranparan clean and good government. Pasangan nomor 2, Thomas Japri dan Yuliyanto Satin, bertekad membawa Pangkalpinang menjadi kota perdagangan dan jasa yang modren, berbudaya dan amanah. Dalam implementasinya, menjadikan pelayanan di Pemkot Pangkalpinang yang bersih, transparan dalam informasi untuk di akses masyarakat. Pasangan yang diusung Demokrat ini juga berjanji, akan membuka lapangan kerja sebanyak 3500 tenaga kerja.
Sedangkan pasangan urut 3, Ridwan Thalib dan Sarpin berjanji untuk mensejahterakan seluruh Pangkalpinang, khususnya yang berada dibawah garis kemiskinan. Sedangkan pasangan nomor urut 4, yakni Saparudin dan Maulan Aklil, berjanji apabila diberikan amanah, kami berdua akan coba meningkatkan taraf hidup masyarakat ekonomi kerakyatan, bukan ekonomi kapitalis, liberalisme.
Pasangan nomor urut 5, Irwansyah dan M Sopian menyatakan tetap konsisten dengan Rp1 Miliar, 1 Kelurahan. Dan pasangan yang diusung partai PDIP ini berjanji akan mundur, apabila dalam satu tahun program tersebut tidak terealisasi. “Kami siap mundur secara ikhlas tanpa didemo warga,”tegas Irwansyah.
Pasangan nomor urut 6 yakni, Bahar Buasan dan Herman Faizudin berjanji dengan jargon Pangkalpinang Era Baru, dengan mewujudkan calon pemimpin bersih, jujur, melayani, merakyat dan profesional. Pasangan ini dikenal dengan jargon tidak bogong tidak korupsi. Bahar mengatakan untuk merealisasikannya, tak mampu melakukan sendiri oleh karena itu harus bekerja bersama. Sementara     pasangan Malikul Amjad dan Eka berjaji menjadikan Pangkalpinang yang memberi kemudahan investasi, marhamah, ramah lingkungan.
Setiap kandidat diberi kesempatan memilih undian yang berisi pertanyaan dengan tema yang berbeda. Berdasarkan undian yang diambil pasangan Naziarto dan Nursa’adah, mendapatkan pertanyaan soal penanganan kriminalitas. Panelis memberikan pertanyaan bagaimana cara kandidat mengatasi persoalan Kota Pangkalpinang yang luasnya belum memenuhi kualifikasi sesuai undang-undang. Menjawab hal tersebut, Naziarto berpendapat, bahwa Pangkalpinang,berpendapat agar kriminalitas, makan tugas keamanan buat daerah penyanggga di wilayah pinggiran untuk dikembangkan, seperti Air Anyir, Kampung Dul, Sampur sebagai daerah new ekonomi market.
Malikul Amjad yang merupakan kandidat, sebelum menjawan sempat meralat data penduduk Pangkalpinang yang disampaikan panelis. Malikul meluruskan bahwa penduduk Pangkalpinang saat ini terdata sebanyak Rp213 ribu. Soal pemekaran, Malikul mengatakan bahwa sejak dulu, Pangkalpinang ingin dimekarkan. Namun karena ego masing-masing daerah sehingga tidak pernah tercapai. “Kedepan kita harus bersinergi dengan kabupaten lain, jangan peruaskan daerah, perbatasan jadi masalah. Kita dukung kalau terpilih sebagai pemimpin berikutnya,”kata Malikul.
Sementara itu jawaban pasangan lainnya Udin dan Molen menyatakan bahwa pemekaran harus melibatkan provinsi, kabupaten lain, dan pusat untuk melaksanakan Undang-undang, Supaya Pangkalpinang tetap menjadi ibukota provinsi. Begitu juga dengan pasangan nomor urut lima, Irwansyah dan M Sopian yang menekankan agar pemerintah provinsi turut andil dalam perluasan wilayah. Sedangkan pasangan Ridwan dan Sarpin mengatakan untuk meminimalisir pertambahan jumlah penduduk harus dengan langkah cepat dengan membuat perda tata kelola kependudukan, yang mengatur rencana detil, serta membuat kegiatan kepemudaan kurangi kriminalitas.
Jawaban yang berbeda dilontarkan oleh pasangan TJ-YES, yakni perluasan wilayah kearah lautan dengan membuat daratan baru seperti water front city. “Karena kalau pengembangan wilayah ke daratan, kekanan, kekiri sulit, apalagi keatas, jadi kami bisa lakukan perluasan daerah laut,”ujar Thomas.
Di sisi lain, tak ada hal baru yang disampaikan oleh masing-masing pasanga. Jawaban atas pertanyaan terlihat dijawab normatif dan janji melakukan perbaikan. Seperti isu gender yang ditanyakan oleh Dr Reniati. Terlihat semua pasangan menyatakan bahwa takkan ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam soal kesempatan dan kedudukan di pemerintahan dan keluarga. Hal lainnya, semua paangan sependapat soal pemberdayaan perempuan.
Ditanya soal Pemuda, semua pasangan juga sependapat bahwa pemuda harus diberi kesempatan, ruang gerak dan pembinaan agar dapat berkembang. Apalagi pemuda merupakan asset bangsa untuk melanjutkan pembangunan.


sumber: www.harianbabelpos.com 

 

Berikan Komentar


Nama:
Email:
Pesan:

Komentar

Sosialisasi Pemilu 2014
Facebook